MSF bersama Kapal GreenpeaceMembawa Bantuan Medis Darurat ke Sumatera

Brussels/Jakarta - Lembaga kemanusiaan internasional di bidang medis, Dokter Lintas Batas (Medecins Sans Frontieres, MSF) bekerjasama dengan Greenpeace untuk membawa bantuan medis yang sangat dibutuhkan oleh para korban yang selamat dari bencana gempa bumi. Kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, beserta 19 awak kapal, akan mengangkut berbagai peralatan, makanan, bahan bakar dan obat-obatan serta para tenaga medis MSF ke Aceh, wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh bantuan kemanusiaan. Kapal Rainbow Warrior berangkat dari Singapura kemarin (2/1) dan dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Medan, besok pagi (4/1), untuk mengisi muatan sebelum menuju Banda Aceh. "Pantai barat Sumatera merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak gempabumi. Namun sejauh ini, daerah tersebut secara logsitik sulit dijangkau oleh para lembaga pemberi bantuan," ujar David Curtis, Koordinator darurat MSF di Jakarta. "Guna menyelamatkan banyak nyawa, dibutuhkan sebuah upaya yang sangat besar. Dengan menggunakan kapal Greenpeace untuk mengangkut para tenaga medis dan bahan bantuan, kami berharap dapat menjangkau korban di berbagai daerah terpencil yang sulit kami jangkau dengan cara lain. Kami berencana menggunakan kapal tersebut untuk menyusuri daerah pesisir barat dengan membawa banyak persediaan makanan, obat-obatan, dan barang seperti terpal plastik dan kelambu. "Kapal tersebut juga akan membawa bahan bakar untuk memudahkan kami mengisi bahan bakar. Kami berencana mendirikan basis di Kota Meulaboh, yang kami ketahui sebagai kota yang paling parah terkena dampak gempa bumi." Tim MSF, yang saat ini berjumlah 40 orang, telah bekerja di Banda Aceh sejak Selasa lalu (28/12) dan terbagi menjadi 4 tim yang bergerak untuk memberikan bantuan medis di sepanjang pesisir. Menurut Ibrahim Younis, salah satu anggota tim logsitik MSF, "60 persen kota Banda Aceh telah hancur, sementara di beberapa wilayah kekurangan makanan dan air bersih. Masih banyak mayat bergelimpangan di jalan. Banyak hal yang harus dilakukan di kota ini, namun di sepanjang pesisir barat kondisinya lebih parah." Kapal Rainbow Warrior akan menjadi bagian pusat logistik yang juga akan melibatkan sejumlah helikopter, pesawat serta mobil MSF. "Kami akan lakukan apa yang kami bisa untuk membantu dan mendukung pemberian bantuan di daerah yang rusak parah. Kami harap bisa turut berkontribusi dalam situasi tragis ini," kata Dr. Gerd Leipold, Direktur Eksekutif Greenpeace International. Usaha MSF dalam memberikan bantuan di negara-negara yang terkena gempabumi tengah mengalami masalah logistik yang serius. Beberapa bandara sudah penuh sehingga pesawat yang membawa bantuan tidak bisa mendarat dan mengisi bahan bakar. Di Aceh, nyaris tidak ada bahan bakar dan alat transportasi. Sedangkan di Sri Lanka, banyak jalan yang tertutup, terutama di daerah pesisir. (Staff MSF di Banda Aceh hingga hari ini terdiri dari 16 orang staf internasional dan 20-25 orang staf nasional)